Apa Itu Hari Baik dalam Tradisi Jawa?
Dalam tradisi masyarakat Jawa, menentukan hari baik sebelum melaksanakan hajat besar adalah bagian dari kearifan lokal yang telah diwariskan selama berabad-abad. Konsep ini berakar pada kepercayaan bahwa alam semesta memiliki siklus energi yang memengaruhi kehidupan manusia.
Penentuan hari baik dilakukan berdasarkan weton — perpaduan antara hari kalender Masehi dengan hari pasaran Jawa. Siklus pasaran Jawa terdiri dari lima hari: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kelima pasaran ini berputar secara berulang dan menghasilkan 35 kombinasi weton yang unik.
Mengapa Weton Penting?
Setiap weton memiliki neptu — nilai numerologis yang menjadi dasar perhitungan. Neptu diperoleh dari penjumlahan nilai hari (misalnya Jumat = 6) dengan nilai pasaran (misalnya Kliwon = 8), sehingga neptu Jumat Kliwon adalah 14.
Weton dengan neptu tinggi umumnya dianggap memiliki energi yang lebih kuat dan cocok untuk kegiatan penting seperti pernikahan, pindah rumah, atau membuka usaha. Namun setiap kategori keperluan memiliki panduan weton tersendiri yang lebih spesifik.
Primbon Jawa sebagai Panduan Hidup
Primbon adalah kumpulan pengetahuan tradisional Jawa yang mencakup ramalan, perhitungan hari, dan panduan kehidupan. Sebagai warisan leluhur, primbon bukan sekadar takhayul, melainkan sistem nilai yang mengajarkan keterhubungan antara manusia, alam, dan semesta.
Di era modern ini, banyak keluarga Jawa yang masih menggunakan primbon sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan tanggal penting — terutama untuk pernikahan dan pindah rumah.